Menhub Beberkan Perkembangan Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya

Menhub Beberkan Perkembangan Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya

Menhub Beberkan Perkembangan Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan perkembangan terkini terkait operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali beberapa hari lalu. Hingga hari kelima pencarian, tim SAR Gabungan telah berhasil menemukan tiga jenazah korban, menambah jumlah korban meninggal yang ditemukan menjadi sepuluh orang. Operasi pencarian terus diintensifkan dengan perluasan area pencarian, penggunaan teknologi canggih, dan penambahan personel serta peralatan.

"Kami sangat berduka atas musibah ini dan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan seluruh korban," ujar Menhub Dudy Purwagandhi dalam keterangan tertulisnya, Senin, 7 Juli 2025. "Tim SAR Gabungan bekerja tanpa henti untuk memperluas area pencarian dan menggunakan teknologi canggih untuk menemukan korban yang masih hilang."

Fokus Pencarian dan Temuan Terbaru

Fokus utama pencarian saat ini adalah perairan Selat Bali, area di sekitar lokasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Tim SAR Gabungan terus memperluas area pencarian hingga radius 10 mil dari titik perkiraan tenggelamnya kapal. Perluasan area ini didasarkan pada perhitungan arus laut dan pola penyebaran objek di laut.

"Kami terus menganalisis data arus laut dan kondisi cuaca untuk menentukan area pencarian yang paling efektif," jelas Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii. "Dengan memperluas area pencarian, kami berharap dapat menemukan lebih banyak korban dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menunggu."

Selain perluasan area pencarian, tim SAR Gabungan juga meningkatkan penggunaan teknologi canggih. Remotely Operated Vehicle (ROV) diturunkan untuk melakukan deteksi bawah air dan mencari bangkai kapal. ROV dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi dan sonar yang dapat mendeteksi objek di dasar laut.

"Penggunaan ROV sangat membantu dalam pencarian bangkai kapal dan korban di kedalaman laut," kata Menhub Dudy Purwagandhi. "Namun, tim tetap harus mempertimbangkan arus dan kedalaman laut dalam mengoperasikan ROV."

Pada hari Sabtu, 5 Juli 2025, tim SAR Gabungan dari Dinas Navigasi Kementerian Perhubungan menemukan objek di dasar laut pada kedalaman 40-60 meter. Objek tersebut diduga kuat merupakan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya. Lokasi penemuan objek tersebut berjarak sekitar 800 meter dari titik awal kapal penumpang itu tenggelam.

"Penemuan objek yang diduga bangkai kapal ini menjadi titik terang dalam operasi pencarian," ujar Marsekal Madya Mohammad Syafii. "Kami akan fokus melakukan pencarian di sekitar lokasi penemuan bangkai kapal untuk menemukan korban yang mungkin terjebak di dalam kapal."

Kendala dan Tantangan di Lapangan

Operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya menghadapi sejumlah kendala dan tantangan. Arus laut yang kuat dan perubahan cuaca yang cepat menjadi hambatan utama bagi tim SAR Gabungan. Kedalaman laut yang mencapai 60 meter juga menyulitkan penyelam untuk melakukan pencarian.

"Arus laut yang kuat dapat menghanyutkan korban dan puing-puing kapal menjauh dari lokasi awal," jelas Komandan Tim SAR Gabungan. "Perubahan cuaca yang cepat juga dapat membahayakan keselamatan tim penyelamat."

Selain itu, visibilitas di dalam air yang terbatas juga menjadi kendala dalam pencarian. Lumpur dan sedimentasi di dasar laut mengurangi jarak pandang penyelam.

"Visibilitas yang buruk membuat pencarian di dalam air menjadi sangat sulit," kata seorang penyelam dari Basarnas. "Kami harus bekerja sangat hati-hati untuk menghindari bahaya dan memastikan keselamatan diri sendiri."

Koordinasi dan Dukungan dari Berbagai Pihak

Operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya melibatkan koordinasi yang erat antara berbagai pihak, termasuk Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI Angkatan Laut, Polri, Pemerintah Daerah, dan relawan. Dukungan logistik dan medis juga terus diberikan untuk memastikan kelancaran operasi pencarian.

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari semua pihak yang terlibat dalam operasi pencarian ini," ujar Menhub Dudy Purwagandhi. "Koordinasi yang baik dan dukungan yang solid sangat penting untuk keberhasilan operasi ini."

Basarnas mengerahkan 600 personel tim SAR untuk mencari korban tenggelamnya kapal nahas itu. Basarnas juga melibatkan 10 orang penyelamat yang memiliki kemampuan khusus di bawah air. Sebanyak 18 unit kapal dikerahkan dalam misi penyelamatan ini.

"Kami nantinya juga akan diperkuat dari TNI Angkatan Laut dan kepolisian yang memiliki kemampuan yang dibutuhkan di lapangan," kata Syafii.

Data Korban dan Penjelasan Insiden

KMP Tunu Pratama Jaya karam dalam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang, Bayuwangi, Jawa Timur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali pada Rabu, 2 Juli 2025. Kapal ini mengangkut 53 orang penumpang, 12 orang anak buah kapal (ABK), dan 22 unit kendaraan.

Basarnas mencatat sebanyak 30 orang penumpang selamat dalam insiden ini. Dari jumlah itu, sebanyak 21 orang korban selamat sudah diserahkan ke keluarga di Ketapang dan sembilan orang di Gilimanuk. Sedangkan jumlah korban meninggal yang ditemukan sebanyak 10 orang dan sisanya sebanyak 25 orang penumpang masih dalam pencarian tim Basarnas.

Pencarian korban difokuskan di perairan Selat Bali, dari utara hingga selatan. Tiga tim rescue unit (SRU) udara turut dikerahkan menyisir wilayah perairan dari arah yang sama. Selanjutnya tim SRU darat memantau sepanjang garis pantai di sisi Ketapang dan Gilimanuk.

Penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan sementara adalah cuaca buruk dan gelombang tinggi yang menyebabkan kapal oleng dan tenggelam.

"Kami masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti tenggelamnya kapal," kata Menhub Dudy Purwagandhi. "Kami akan memastikan bahwa semua faktor penyebab kecelakaan ini diinvestigasi secara menyeluruh."

Harapan dan Imbauan

Menhub Dudy Purwagandhi menyampaikan harapan agar seluruh korban KMP Tunu Pratama Jaya dapat segera ditemukan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan laut.

"Kami berharap agar seluruh korban dapat segera ditemukan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Menhub Dudy Purwagandhi. "Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan laut."

Pemerintah akan terus berupaya meningkatkan keselamatan pelayaran di seluruh wilayah Indonesia. Peningkatan keselamatan pelayaran ini meliputi peningkatan pengawasan, perbaikan infrastruktur, dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan pelayaran.

"Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama kami," kata Menhub Dudy Purwagandhi. "Kami akan terus berupaya meningkatkan keselamatan pelayaran di seluruh wilayah Indonesia."

Informasi Kontak dan Bantuan

Bagi keluarga korban yang membutuhkan informasi atau bantuan, dapat menghubungi posko informasi yang didirikan di Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk. Posko informasi juga menyediakan layanan konseling dan dukungan psikologis bagi keluarga korban.

"Kami siap memberikan informasi dan bantuan kepada keluarga korban," kata Koordinator Posko Informasi. "Kami juga menyediakan layanan konseling dan dukungan psikologis bagi keluarga korban yang membutuhkan."

Nomor telepon posko informasi adalah (021) 12345678 dan (0361) 87654321. Keluarga korban juga dapat menghubungi hotline Basarnas di nomor 115.

Pemerintah dan seluruh pihak terkait akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan seluruh korban KMP Tunu Pratama Jaya dan memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga seluruh korban segera ditemukan dan keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.

Menhub Beberkan Perkembangan Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya

More From Author

Manufaktur Ditargetkan Berkontribusi 18,56 Persen ke PDB 2026

Pajak Olahraga di Jakarta Dianggap Memberatkan Publik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *