Hartadinata Abadi Resmi Jadi Produsen Emas BSI Gold

Hartadinata Abadi Resmi Jadi Produsen Emas BSI Gold

Hartadinata Abadi Resmi Jadi Produsen Emas BSI Gold

PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA), perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan penjualan perhiasan emas, emas batangan, dan produk logam mulia lainnya, secara resmi telah menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI), salah satu bank syariah terbesar di Indonesia, serta anak perusahaan BSI, yaitu PT Gadai Cahaya Dana Abadi. Kemitraan ini menandai langkah penting bagi Hartadinata dalam memperluas jangkauan pasar dan memperkuat posisinya di industri emas nasional, sekaligus memberikan nilai tambah bagi BSI dalam menyediakan produk dan layanan investasi emas yang komprehensif bagi para nasabahnya. Perjanjian kerja sama ini telah ditandatangani oleh perwakilan dari ketiga perusahaan pada tanggal 3 Juli 2025, yang menjadi tonggak awal dari kolaborasi yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan bisnis masing-masing pihak.

Menurut Ong Deny, Corporate Secretary Hartadinata Abadi, kerja sama ini mencakup dua aspek utama, yaitu penyediaan emas batangan BSI Gold dan penyediaan jasa penitipan emas batangan (vaulting). Emas batangan BSI Gold yang diproduksi oleh Hartadinata akan tersedia dalam berbagai pilihan gramasi, mulai dari 1 gram hingga 1.000 gram, sehingga dapat menjangkau berbagai segmen investor dengan kebutuhan dan kemampuan investasi yang berbeda-beda. Dengan tersedianya berbagai pilihan gramasi, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk berinvestasi emas, baik sebagai sarana lindung nilai (hedging) terhadap inflasi maupun sebagai diversifikasi portofolio investasi.

Ketersediaan emas batangan BSI Gold dalam berbagai gramasi adalah sebagai berikut:

  • 1 gram: Cocok untuk investor pemula atau mereka yang ingin memulai investasi emas dengan modal kecil.
  • 2 gram: Pilihan yang baik bagi mereka yang ingin meningkatkan investasi emas secara bertahap.
  • 5 gram: Ideal untuk investor yang ingin berinvestasi dalam jumlah yang lebih signifikan, tetapi tetap terjangkau.
  • 10 gram: Pilihan populer bagi investor yang ingin berinvestasi emas secara rutin.
  • 25 gram: Cocok untuk investor yang ingin berinvestasi dalam jumlah yang cukup besar untuk tujuan jangka panjang.
  • 50 gram: Pilihan yang baik bagi investor yang ingin berinvestasi dalam jumlah besar untuk tujuan tertentu, seperti persiapan dana pensiun.
  • 100 gram: Ideal untuk investor yang ingin berinvestasi dalam jumlah yang sangat besar untuk tujuan investasi jangka panjang.
  • 250 gram: Pilihan bagi investor institusional atau mereka yang ingin berinvestasi dalam jumlah besar untuk diversifikasi portofolio.
  • 500 gram: Cocok untuk investor institusional atau mereka yang ingin berinvestasi dalam jumlah sangat besar untuk tujuan investasi strategis.
  • 1.000 gram: Pilihan bagi investor institusional atau mereka yang ingin berinvestasi dalam jumlah yang sangat besar untuk lindung nilai terhadap risiko ekonomi.

Selain memproduksi emas batangan BSI Gold, Hartadinata juga akan bekerja sama dengan PT Gadai Cahaya Dana Abadi untuk menyediakan jasa penitipan emas batangan (vaulting). Layanan ini memungkinkan para nasabah BSI untuk menyimpan emas batangan BSI Gold mereka dengan aman dan terjamin di fasilitas penyimpanan yang dikelola oleh Gadai Cahaya. Jasa penitipan emas ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi para investor, karena mereka tidak perlu khawatir tentang risiko kehilangan atau pencurian emas yang mereka miliki.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Senin, 7 Juli 2025, Ong Deny menjelaskan bahwa dalam kerja sama ini, Hartadinata berperan sebagai produsen emas batangan BSI Gold atau penjual, BSI berperan sebagai pembeli, dan Gadai Cahaya berperan sebagai penyedia jasa penitipan emas atau vaulting. "Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk mendukung dan mengembangkan kegiatan usaha masing-masing pihak," kata Ong Deny. Dengan adanya sinergi antara ketiga perusahaan ini, diharapkan dapat tercipta ekosistem investasi emas yang lengkap dan terintegrasi, mulai dari produksi, penjualan, hingga penyimpanan emas yang aman dan terpercaya.

Lebih lanjut, Ong Deny mengungkapkan harapannya bahwa kerja sama ini akan meningkatkan daya tarik produk emas kepada para pembeli. Dengan adanya merek BSI Gold yang terpercaya dan jaringan distribusi BSI yang luas, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk berinvestasi emas. Di sisi lain, kerja sama ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Hartadinata di pasar logam mulia. Sebagai produsen emas batangan BSI Gold, Hartadinata akan mendapatkan akses ke pasar yang lebih luas dan meningkatkan volume penjualan produknya. "Serta mendorong peningkatan kinerja operasional," imbuh Ong Deny. Dengan meningkatnya volume produksi dan penjualan, diharapkan kinerja keuangan Hartadinata juga akan semakin membaik.

Sebelumnya, pada tanggal 17 Juni 2025, Hartadinata Abadi telah menyampaikan bahwa penjualan emas produk perseroannya turut terdampak oleh adanya penurunan daya beli masyarakat. Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, seperti inflasi, kenaikan suku bunga, dan ketidakpastian ekonomi global. Namun demikian, Hartadinata telah mengantisipasi dampak tersebut dengan memberikan atau menyalurkan produk yang sesuai dengan kondisi yang ada. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan menyediakan produk emas dengan gramasi yang lebih kecil, sehingga lebih terjangkau oleh masyarakat dengan daya beli yang terbatas.

Direktur Utama Hartadinata Abadi, Sandra Sunanto, menjelaskan bahwa Hartadinata juga memberikan gramasi yang lebih kecil atau sesuai dengan daya beli masyarakat. Dia menyebutkan bahwa ada penurunan daya beli untuk produk perhiasan. "Penurunan daya beli masyarakat sebetulnya berdampak terhadap berapa besar gramasi yang bisa affordable dari sisi perhiasan maupun emas batangan. Penurunan daya beli ini dampak yang lebih berasa adalah demand terhadap jewelry atau perhiasan," kata Sandra dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa, 17 Juni 2025. Dengan menyediakan produk perhiasan dan emas batangan dengan gramasi yang lebih kecil, Hartadinata berharap dapat tetap menjaga volume penjualan dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang memiliki daya beli terbatas.

Sandra menambahkan bahwa sejak pandemi Covid-19 hingga saat ini, permintaan produk emas di gerai Hartadinata mengalami peningkatan. Meskipun produk perhiasan mengalami penurunan, permintaan terhadap emas batangan justru meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya investasi emas sebagai sarana lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Selama tahun 2025, kontribusi pendapatan Hartadinata dari emas mencapai 80 persen, sedangkan kontribusi dari perhiasan sebesar 20 persen. Data ini menunjukkan bahwa emas batangan menjadi tulang punggung pendapatan Hartadinata saat ini.

Sandra menegaskan bahwa Hartadinata terus berusaha memenuhi permintaan masyarakat sesuai dengan daya beli masing-masing. "Kami secara proaktif berusaha memenuhi permintaan masyarakat sesuai sebetulnya dengan market size atau daya beli masyarakat yang dimiliki masyarakat saat ini," kata Sandra. Dengan memahami kebutuhan dan kemampuan masyarakat, Hartadinata dapat menyediakan produk yang tepat dan terjangkau, sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Pada tahun ini, Hartadinata juga mengalokasikan modal usaha sebesar Rp 150 miliar. Dana ini akan digunakan untuk integrasi pabrik, termasuk bangunan dan mesin. Investasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk Hartadinata. Dengan adanya integrasi pabrik dan penggunaan mesin-mesin yang modern, diharapkan Hartadinata dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Di sisi lain, Hartadinata juga menargetkan pendapatan naik 47 persen atau di kisaran Rp 27 triliun. Dari jumlah itu, Hartadinata menargetkan bisa meraup laba bersih Rp 600 miliar atau naik 35 persen. Target ini menunjukkan optimisme Hartadinata terhadap prospek bisnisnya di masa depan. Dengan adanya kerja sama dengan BSI dan berbagai strategi yang telah diterapkan, Hartadinata yakin dapat mencapai target yang telah ditetapkan.

Secara keseluruhan, kerja sama antara Hartadinata Abadi dan BSI merupakan langkah strategis yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Bagi Hartadinata, kerja sama ini akan memperluas jangkauan pasar dan memperkuat posisinya di industri emas nasional. Bagi BSI, kerja sama ini akan memberikan nilai tambah bagi para nasabahnya dengan menyediakan produk dan layanan investasi emas yang komprehensif. Dengan adanya sinergi antara kedua perusahaan ini, diharapkan dapat tercipta ekosistem investasi emas yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia. Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Hartadinata Abadi Resmi Jadi Produsen Emas BSI Gold

More From Author

Erick Thohir Tunjuk Dirut Bulog yang Baru, Berpangkat Bintang Dua TNI

Serba-serbi Defisit Anggaran APBN 2025 yang Melebar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *