RUPS Anak Usaha PLN Tunjuk Taufik Hidayat Jadi Komisaris

RUPS Anak Usaha PLN Tunjuk Taufik Hidayat Jadi Komisaris

RUPS Anak Usaha PLN Tunjuk Taufik Hidayat Jadi Komisaris

Jakarta – Mantan atlet bulu tangkis peraih medali emas Olimpiade dan mantan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora), Taufik Hidayat, resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI), anak usaha PT PLN (Persero) yang fokus pada penyediaan energi primer. Penunjukan ini dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Anggawira, yang juga ditunjuk sebagai komisaris di perusahaan yang sama. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada akhir Juni 2025.

Anggawira, yang juga menjabat sebagai komisaris, menyatakan bahwa ia belum menerima risalah resmi dari RUPS tersebut. Ia menyarankan agar detail lebih lanjut mengenai penunjukan ini dikonfirmasi langsung kepada Corporate Secretary PLN EPI atau PLN pusat.

Penunjukan Taufik Hidayat sebagai komisaris PLN EPI menjadi sorotan karena latar belakangnya yang tidak secara langsung terkait dengan sektor energi. Namun, pengalaman Taufik Hidayat dalam bidang olahraga dan pemerintahan diharapkan dapat memberikan perspektif baru dan kontribusi positif bagi pengembangan PLN EPI. Di sisi lain, penunjukan Anggawira, seorang tokoh muda yang aktif di dunia bisnis, menunjukkan komitmen PLN untuk melibatkan generasi muda dalam pengelolaan energi nasional.

PLN EPI memegang peranan vital dalam memastikan pasokan energi primer yang stabil dan berkelanjutan untuk pembangkit-pembangkit listrik yang dikelola oleh Grup PLN. Energi primer mencakup berbagai sumber daya seperti batu bara, gas alam, gas cair (LNG), dan energi terbarukan. Tugas utama PLN EPI adalah mengamankan pasokan energi primer dengan harga yang kompetitif dan kualitas yang terjamin, sehingga mendukung operasional pembangkit listrik yang efisien dan handal.

Sebagai komisaris, Taufik Hidayat dan Anggawira akan memiliki tanggung jawab besar dalam mengawasi dan memberikan arahan strategis kepada manajemen PLN EPI. Mereka akan terlibat dalam pengambilan keputusan penting terkait dengan perencanaan, pengadaan, pengelolaan, dan pemanfaatan energi primer. Selain itu, mereka juga akan berperan dalam memastikan bahwa PLN EPI menjalankan operasionalnya sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).

Anggawira menjelaskan bahwa tugas utama para komisaris adalah memperkuat pasokan energi primer nasional. Hal ini akan diwujudkan melalui berbagai langkah strategis, termasuk:

  1. Menjaga Pasokan Energi Primer yang Stabil: Memastikan ketersediaan batu bara, gas pipa, gas cair, dan energi primer lainnya untuk seluruh pembangkit listrik milik Grup PLN. Hal ini dilakukan melalui skema kontrak jangka panjang dengan pemasok, diversifikasi sumber pasokan, dan pemetaan risiko logistik.

  2. Membangun Buffer Stock Strategis: Membentuk cadangan strategis (buffer stock) untuk komoditas energi primer utama, terutama LNG dan batu bara. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi disrupsi akibat faktor geopolitik, bencana alam, atau gangguan pasokan lainnya.

  3. Optimalisasi Portofolio Energi Primer: Melakukan penyeimbangan kembali (rebalancing) dalam bauran energi primer untuk menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik. Upaya ini harus tetap memperhatikan kebijakan transisi energi nasional dan prioritas untuk mengurangi emisi karbon.

  4. Mendorong Pemanfaatan Energi Primer Domestik: Memaksimalkan penggunaan sumber daya energi primer yang tersedia di dalam negeri, seperti batu bara, gas alam, dan potensi biomassa lokal. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi dan meningkatkan kemandirian energi nasional.

  5. Efisiensi Rantai Pasok dan Tata Kelola Niaga: Meningkatkan efisiensi dalam seluruh rantai pasok energi primer, mulai dari pengadaan hingga pengiriman. Hal ini dilakukan dengan mengoptimalkan logistik, menerapkan sistem digitalisasi pengadaan, memastikan transparansi harga, dan mengintegrasikan sistem pengangkutan darat dan laut.

  6. Mempercepat Pengembangan Infrastruktur Gas dan LNG: Mengakselerasi pengembangan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung pemanfaatan gas alam dan LNG, termasuk regasifikasi LNG, terminal LNG skala kecil, dan jaringan pipa gas. Prioritas diberikan pada pengembangan infrastruktur di kawasan timur Indonesia.

  7. Mendukung Transisi Energi Secara Bertahap: Berkontribusi pada upaya transisi energi dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan. Hal ini dilakukan melalui pengembangan roadmap energi primer rendah emisi.

Selain tugas-tugas tersebut, para komisaris juga diharapkan untuk:

  • Menyiapkan Roadmap Energi Primer Rendah Emisi: Mengembangkan strategi untuk mengurangi emisi karbon dari sektor energi primer, termasuk melalui implementasi teknologi co-firing (pencampuran biomassa dengan batu bara), Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS), dan blending gas-hidrogen.

  • Aktif dalam Kajian dan Pilot Project Teknologi Energi Primer Hijau: Berpartisipasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi energi primer yang ramah lingkungan, serta melaksanakan proyek-proyek percontohan untuk menguji dan memvalidasi teknologi tersebut.

  • Transformasi Digital dan Tata Kelola Korporasi: Mempercepat implementasi sistem digitalisasi end-to-end dalam proses pengadaan dan pengelolaan rantai pasok energi primer. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.

  • Memperkuat Manajemen Risiko, Transparansi, dan Good Corporate Governance: Memastikan bahwa seluruh proses bisnis PLN EPI dijalankan sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen risiko yang baik, transparansi, dan tata kelola perusahaan yang baik.

  • Menjalin Kerja Sama Strategis dan Kemandirian Energi Nasional: Membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk BUMN energi lainnya, industri pertambangan, dan pemerintah daerah, untuk mewujudkan swasembada energi nasional.

Anggawira menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan swasembada energi nasional yang berbasis pada sumber daya domestik. Ia berharap PLN EPI dapat menjadi pusat orkestrasi energi nasional yang mampu mengintegrasikan berbagai sumber daya dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Penunjukan Taufik Hidayat dan Anggawira sebagai komisaris PLN EPI diharapkan dapat membawa energi baru dan perspektif yang segar dalam pengelolaan energi primer nasional. Dengan pengalaman dan keahlian yang mereka miliki, diharapkan PLN EPI dapat semakin meningkatkan kinerja dan kontribusinya dalam mendukung ketahanan energi dan pembangunan ekonomi Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, belum memberikan respons atas permintaan konfirmasi yang diajukan oleh pihak media.

RUPS Anak Usaha PLN Tunjuk Taufik Hidayat Jadi Komisaris

More From Author

Alasan Pemerintah Yakin Indonesia Masih Punya Peluang Negosiasi Tarif dengan AS

Berita Terkini, Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *