
Penumpang Kereta ke Jakarta Bertambah
Jakarta, Indonesia – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta (KAI Daop 1 Jakarta) melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang kereta api jarak jauh (KAJJ) yang tiba di wilayah Jakarta dan sekitarnya selama periode 1 hingga 9 Juli 2025. Lonjakan ini mengindikasikan berakhirnya masa libur sekolah dan kembalinya masyarakat ke aktivitas rutin di ibu kota.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, mengungkapkan bahwa total 325.960 penumpang tercatat tiba di Jakarta dan sekitarnya selama periode tersebut. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 2,4 persen dibandingkan dengan jumlah penumpang yang berangkat dari Jakarta.
"Kami mencatat adanya tren kenaikan kedatangan penumpang selama periode libur sekolah ini. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan kereta api sebagai moda transportasi pilihan untuk kembali ke Jakarta setelah menikmati masa liburan," ujar Ixfan.
Stasiun Pasar Senen menjadi stasiun dengan volume kedatangan penumpang tertinggi, dengan total 121.017 penumpang tercatat tiba di stasiun ini. Stasiun Gambir menyusul dengan 96.666 penumpang, diikuti oleh Stasiun Bekasi dengan 46.146 penumpang dan Stasiun Jatinegara dengan 37.714 penumpang.
KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan rata-rata 69 perjalanan KAJJ per hari selama periode tersebut, dengan 35 perjalanan berasal dari Stasiun Gambir dan 34 perjalanan dari Stasiun Pasar Senen. Hal ini menunjukkan komitmen KAI dalam menyediakan layanan transportasi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Faktor Pendorong Kenaikan Penumpang
Beberapa faktor berkontribusi terhadap peningkatan jumlah penumpang KAJJ ke Jakarta. Pertama, momen libur sekolah mendorong banyak keluarga untuk melakukan perjalanan wisata atau mengunjungi sanak saudara di luar kota. Kereta api menjadi pilihan transportasi yang populer karena menawarkan kenyamanan, keamanan, dan harga yang kompetitif.
Kedua, peningkatan kesadaran masyarakat akan keunggulan transportasi kereta api juga berperan penting. Kereta api terhindar dari kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di jalan raya, sehingga memungkinkan penumpang untuk tiba di tujuan tepat waktu. Selain itu, fasilitas yang tersedia di dalam kereta api, seperti tempat duduk yang nyaman, pendingin udara, dan toilet bersih, membuat perjalanan lebih menyenangkan.
Ketiga, upaya KAI dalam meningkatkan kualitas pelayanan juga menjadi daya tarik bagi penumpang. KAI terus berupaya untuk meningkatkan ketepatan waktu, kebersihan, dan keamanan perjalanan kereta api. Selain itu, KAI juga menyediakan berbagai layanan tambahan, seperti pemesanan tiket secara online dan layanan pelanggan 24 jam, untuk memudahkan penumpang.
Dampak Peningkatan Penumpang
Peningkatan jumlah penumpang KAJJ ke Jakarta memiliki dampak positif bagi perekonomian daerah. Sektor pariwisata dan perhotelan di Jakarta mengalami peningkatan aktivitas karena banyak wisatawan yang datang berkunjung. Selain itu, sektor perdagangan dan jasa juga mengalami pertumbuhan karena meningkatnya permintaan dari para pendatang.
Namun, peningkatan jumlah penumpang juga menimbulkan tantangan bagi KAI dan pemerintah daerah. KAI perlu memastikan bahwa kapasitas stasiun dan kereta api mencukupi untuk menampung lonjakan penumpang. Pemerintah daerah perlu meningkatkan infrastruktur transportasi publik di sekitar stasiun untuk memudahkan penumpang melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir.
Imbauan KAI kepada Penumpang
Ixfan Hendriwintoko mengimbau kepada seluruh penumpang untuk selalu memperhatikan dan menjaga barang bawaan mereka, baik saat berada di dalam kereta maupun di area stasiun. KAI juga mengingatkan penumpang untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, seperti memakai masker dan menjaga jarak fisik, untuk mencegah penyebaran Covid-19.
"Kami mengimbau kepada seluruh penumpang untuk selalu waspada terhadap barang bawaan mereka dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada layanan KAI," kata Ixfan.
Kenaikan Penumpang di Cirebon
Tren kenaikan jumlah penumpang juga terjadi di Stasiun Cirebon. KAI Daop 3 Cirebon mencatat peningkatan sebesar 19,6 persen selama masa libur sekolah, yaitu pada periode 27 Juni hingga 3 Juli 2025.
Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan bahwa terdapat 52.843 penumpang yang berangkat dari seluruh stasiun di wilayah KAI Daop 3 Cirebon, atau rata-rata 7.549 penumpang per hari. Sementara itu, jumlah penumpang yang tiba tercatat sebanyak 49.135 orang, atau rata-rata 7.019 penumpang per hari.
"Kami juga mencatat adanya peningkatan jumlah penumpang di wilayah Cirebon selama masa libur sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa Cirebon juga menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di kalangan masyarakat," ujar Muhibbuddin.
Antisipasi KAI terhadap Lonjakan Penumpang
KAI telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa libur sekolah. KAI telah menambah jumlah perjalanan kereta api, meningkatkan kapasitas tempat duduk, dan memperpanjang jam operasional stasiun. Selain itu, KAI juga telah meningkatkan koordinasi dengan pihak kepolisian dan pemerintah daerah untuk menjaga keamanan dan ketertiban di stasiun.
KAI juga telah menyediakan berbagai fasilitas tambahan di stasiun, seperti ruang tunggu yang nyaman, toilet bersih, dan area bermain anak. Selain itu, KAI juga telah menyediakan layanan informasi dan bantuan bagi penumpang yang membutuhkan.
"Kami telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa libur sekolah. Kami berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan kereta api dengan aman dan nyaman," kata Ixfan.
Peran Penting Kereta Api dalam Mendukung Mobilitas Masyarakat
Peningkatan jumlah penumpang KAJJ menunjukkan peran penting kereta api dalam mendukung mobilitas masyarakat. Kereta api menjadi pilihan transportasi yang populer karena menawarkan kenyamanan, keamanan, dan harga yang kompetitif. Selain itu, kereta api juga ramah lingkungan karena menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.
Pemerintah terus berupaya untuk mengembangkan infrastruktur perkeretaapian di Indonesia. Pemerintah telah membangun jalur kereta api baru, meningkatkan kapasitas jalur kereta api yang ada, dan memodernisasi stasiun-stasiun kereta api. Pemerintah juga berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kereta api agar semakin diminati oleh masyarakat.
Dengan pengembangan infrastruktur perkeretaapian yang berkelanjutan, diharapkan kereta api dapat menjadi tulang punggung transportasi publik di Indonesia. Kereta api dapat membantu mengurangi kemacetan lalu lintas, meningkatkan konektivitas antar daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kesimpulan
Peningkatan jumlah penumpang kereta api ke Jakarta selama masa libur sekolah menunjukkan bahwa kereta api semakin diminati oleh masyarakat sebagai moda transportasi pilihan. KAI terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mengembangkan infrastruktur perkeretaapian agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, diharapkan kereta api dapat menjadi tulang punggung transportasi publik di Indonesia dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
