
Pimpinan UMY Dukung Pendirian Bank Umum Syariah Muhammadiyah
Pimpinan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif PP Muhammadiyah untuk mendirikan Bank Umum Syariah Muhammadiyah. Langkah ini dipandang sebagai strategi vital untuk memperkuat ekosistem keuangan Muhammadiyah dan meningkatkan kontribusi dalam pembangunan ekonomi syariah di Indonesia. Rencana pendirian bank ini melibatkan penggabungan berbagai Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) yang saat ini beroperasi di bawah naungan Muhammadiyah.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan lampu hijau dan mendorong PP Muhammadiyah untuk melakukan merger terhadap BPRS-BPRS tersebut. Harapannya, konsolidasi ini akan menghasilkan sebuah BPRS yang lebih besar, lebih kuat, dan memiliki daya saing tinggi, yang pada gilirannya dapat menjadi fondasi bagi pendirian Bank Umum Syariah Muhammadiyah.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UMY, Dyah Mutiarin, menjelaskan bahwa pembentukan Bank Umum Syariah akan memberikan kemudahan bagi UMY dalam mengembangkan modal usaha kampus. "Selain itu, pelayanan kampus akan lebih terintegrasi, efisien, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh sivitas akademika," ujarnya saat ditemui di kampus UMY.
Selama ini, UMY telah menjalin kemitraan dengan 11 bank syariah umum untuk memfasilitasi berbagai transaksi keuangan yang melibatkan mahasiswa, dosen, karyawan, dan unit-unit usaha di lingkungan kampus. Sumber pemasukan utama UMY berasal dari sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) mahasiswa. Selain itu, UMY juga memiliki PT Umat Mandiri Berkemajuan yang mengelola 17 unit usaha yang beragam, mulai dari penyedia jasa makanan, Rumah Sakit AMC Muhammadiyah, Rumah Sakit Gigi Mulut UMY, UMY Student Dormitory, hingga Baitul Maal wat Tamwil (BMT) UMY.
Menurut Dyah Mutiarin, pendapatan terbesar UMY berasal dari SPP mahasiswa. Setiap tahun, UMY menerima rata-rata 5.000 mahasiswa baru. Total pendapatan UMY dari SPP mahasiswa dan sumber-sumber lainnya mencapai sekitar Rp 451 miliar per tahun. Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai keperluan, termasuk pembayaran gaji 700 dosen dan 289 karyawan, serta menanggung biaya BPJS dan pajak. "Seluruh layanan keuangan kami sudah 100 persen digital, sehingga memudahkan seluruh proses transaksi dan pengelolaan keuangan," tegasnya.
Dukungan serupa juga datang dari Direktur Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Mutu RS PKU Muhammadiyah Gamping, Supriyatiningsih. Beliau menekankan bahwa pendirian Bank Umum Syariah Muhammadiyah akan menjadi katalisator bagi pengembangan amal usaha Muhammadiyah yang terus berkembang pesat. "Namun, yang perlu diperhatikan adalah kesiapan sistemnya. Transaksi secara online harus berjalan lancar dan aman, tanpa ada gangguan yang berarti," pesannya.
Supriyatiningsih mencontohkan bagaimana perkembangan bisnis RS PKU Muhammadiyah Gamping telah memicu pendirian RS PKU Muhammadiyah di Kabupaten Kulon Progo. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan amal usaha Muhammadiyah memiliki efek domino yang positif bagi masyarakat luas. RS PKU Muhammadiyah Gamping sendiri mencatatkan pendapatan bulanan sebesar Rp 24 miliar, dengan laba bersih sekitar Rp 4 miliar. Laba tersebut digunakan untuk membayar gaji 600 karyawan dan 200 dokter, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Sama seperti UMY, seluruh layanan keuangan RS PKU Muhammadiyah Gamping juga telah terdigitalisasi, termasuk pembayaran gaji karyawan.
RS PKU Muhammadiyah Gamping berada di bawah naungan Majelis Pembina Kesehatan Umum (PKU) Muhammadiyah. Di seluruh Indonesia, terdapat 126 PKU Muhammadiyah yang saling terhubung dan bekerja sama dengan prinsip saling membantu. "Misalnya, saat rumah sakit membutuhkan modal, perguruan tinggi yang memiliki modal lebih bisa membantu meminjamkan modal. Ini adalah prinsip ‘menggendong’. Yang mampu mengasuh dulu yang tidak mampu, lalu dilepaskan. Inilah yang disebut the power of economic loop," jelas Supriyatiningsih.
Amal usaha Muhammadiyah, khususnya rumah sakit, berada di bawah holding rumah sakit. Contohnya, PKU Muhammadiyah Gamping membawahi PKU Sleman dan Kulon Progo. Melalui holding ini, rumah sakit-rumah sakit PKU Muhammadiyah dapat melakukan pembelian obat dan kebutuhan lainnya secara bersama-sama, sehingga mendapatkan harga yang lebih murah. Selain itu, sebanyak 61 persen dokter yang bekerja di RS PKU Muhammadiyah Gamping merupakan dosen kedokteran UMY. " The power of economic loop tidak hanya tentang uang, tapi juga tentang kapital lainnya, seperti sumber daya manusia, pengetahuan, dan jaringan," tambah Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi UMY.
Pendirian Bank Umum Syariah Muhammadiyah diharapkan dapat memperkuat economic loop ini dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh amal usaha Muhammadiyah, serta masyarakat luas. Bank ini akan menjadi instrumen penting dalam mengelola keuangan amal usaha Muhammadiyah secara lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Selain itu, bank ini juga akan memberikan akses permodalan yang lebih mudah dan terjangkau bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di lingkungan Muhammadiyah.
Dengan adanya Bank Umum Syariah Muhammadiyah, UMY dan amal usaha Muhammadiyah lainnya akan memiliki mitra strategis dalam mengembangkan berbagai program dan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Bank ini akan mendukung pengembangan pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Selain itu, bank ini juga akan berperan aktif dalam mempromosikan literasi keuangan syariah di kalangan masyarakat, sehingga semakin banyak orang yang memahami dan memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah.
Dukungan dari pimpinan UMY dan RS PKU Muhammadiyah Gamping menunjukkan bahwa inisiatif pendirian Bank Umum Syariah Muhammadiyah mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak di lingkungan Muhammadiyah. Hal ini menjadi modal penting untuk mewujudkan cita-cita mulia ini. Dengan kerja keras, sinergi, dan dukungan dari seluruh pihak, Bank Umum Syariah Muhammadiyah diharapkan dapat segera berdiri dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan ekonomi syariah di Indonesia.
Pendirian Bank Umum Syariah Muhammadiyah bukan hanya sekadar mendirikan sebuah lembaga keuangan, tetapi juga merupakan upaya untuk mewujudkan visi Muhammadiyah dalam membangun masyarakat Islam yang berkemajuan. Bank ini akan menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ekonomi umat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan berlandaskan nilai-nilai Islam, bank ini akan beroperasi secara profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga dapat dipercaya oleh seluruh masyarakat.
UMY sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah terkemuka di Indonesia akan terus memberikan dukungan penuh terhadap pendirian Bank Umum Syariah Muhammadiyah. UMY akan menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas, melakukan penelitian dan pengembangan di bidang keuangan syariah, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan cita-cita ini. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Muhammadiyah yakin bahwa Bank Umum Syariah Muhammadiyah akan segera menjadi kenyataan dan memberikan manfaat yang besar bagi umat dan bangsa.
