
BEI: Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 17 Juta
Pertumbuhan pesat investor pasar modal di Indonesia terus berlanjut, dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan pencapaian yang signifikan pada awal Juli 2025. Jumlah investor pasar modal telah menembus angka 17 juta, tepatnya mencapai 17.016.329 Single Investor Identification (SID) pada Kamis, 3 Juli 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa, dengan penambahan sebanyak 2.144.690 SID dibandingkan posisi akhir tahun 2024 yang tercatat sebanyak 14.871.639 SID. Pertumbuhan ini tidak hanya menggembirakan, tetapi juga melampaui target yang telah ditetapkan oleh BEI sebelumnya, yaitu penambahan 2 juta investor baru pada tahun 2025.
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian ini. Menurutnya, pertumbuhan investor di Indonesia masih memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang. Ia menekankan bahwa jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan, angka investor pasar modal saat ini masih tergolong rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa masih banyak ruang untuk menarik minat masyarakat Indonesia agar berinvestasi di pasar modal.
Lonjakan jumlah investor pasar modal ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi digital dan kemudahan akses layanan investasi yang ditawarkan oleh berbagai perusahaan sekuritas. Teknologi telah membuka pintu bagi masyarakat untuk berinvestasi dengan lebih mudah dan efisien. Aplikasi investasi online, platform edukasi keuangan, dan informasi pasar modal yang mudah diakses telah membantu masyarakat untuk memahami dan berpartisipasi dalam investasi pasar modal.
BEI mencatat bahwa pertumbuhan investor pasar modal telah menunjukkan tren positif sejak tahun 2020. Pada tahun 2021, jumlah investor melonjak signifikan menjadi 7,4 juta SID, meningkat sebesar 93 persen dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 3,8 juta SID. Pertumbuhan ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang semakin meningkat terhadap investasi pasar modal.
Tren positif ini terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 2022, jumlah investor bertambah sebanyak 2,8 juta SID atau sekitar 38 persen, sehingga total investor mencapai 10,3 juta SID. Pada tahun 2023, pertumbuhan investor pasar modal kembali meningkat sebesar 17,9 persen atau 1,9 juta SID, sehingga total investor menjadi 12,1 juta SID. Puncaknya, pada tahun 2024, jumlah investor tumbuh sebesar 22,2 persen atau 2,7 juta SID, mencapai 14,8 juta SID.
Selain mencatatkan pertumbuhan investor, BEI juga melaporkan sejumlah perubahan pada data perdagangan saham selama periode 30 Juni hingga 4 Juli 2025. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa kapitalisasi pasar modal mengalami perubahan sebesar 0,23 persen, menjadi Rp 12.070 triliun dari Rp 12.098 triliun pada pekan sebelumnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami pergerakan selama sepekan, dengan perubahan sebesar 0,47 persen. IHSG ditutup pada level 6.865,192 dari 6.897,400 pada pekan sebelumnya. Pergerakan IHSG ini mencerminkan dinamika pasar modal yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.
Rata-rata volume transaksi harian bursa pada pekan ini juga mengalami perubahan sebesar 12,18 persen, menjadi 19,44 miliar lembar saham dari 22,13 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian selama pekan ini turut mengalami perubahan sebesar 12,24 persen, menjadi 1,05 juta kali transaksi dari 1,19 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Perubahan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI selama sepekan, yaitu sebesar 21 persen, menjadi Rp 10,39 triliun dari Rp 13,15 triliun pada pekan sebelumnya. Penurunan nilai transaksi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti sentimen pasar yang kurang positif atau aktivitas investor yang cenderung wait and see.
Investor asing juga mencatatkan aktivitas perdagangan yang signifikan selama periode ini. Pada Jumat, 4 Juli 2025, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 465,75 miliar. Secara kumulatif, sepanjang tahun 2025, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 55,99 triliun. Aktivitas investor asing ini memiliki dampak yang cukup besar terhadap pergerakan pasar modal Indonesia.
Pencapaian 17 juta investor pasar modal ini merupakan tonggak sejarah bagi perkembangan pasar modal Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi semakin meningkat. BEI terus berupaya untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan memberikan kemudahan akses investasi agar semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi di pasar modal.
Pertumbuhan investor pasar modal ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang berinvestasi di pasar modal, perusahaan-perusahaan di Indonesia memiliki akses yang lebih mudah untuk mendapatkan pendanaan. Hal ini dapat mendorong pertumbuhan bisnis dan menciptakan lapangan kerja baru.
Selain itu, investasi di pasar modal juga dapat membantu masyarakat untuk mencapai tujuan keuangan mereka, seperti mempersiapkan dana pensiun, membeli rumah, atau membiayai pendidikan anak. Dengan berinvestasi secara cerdas dan terencana, masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan finansial mereka.
Namun demikian, investasi di pasar modal juga memiliki risiko yang perlu dipahami oleh para investor. Nilai investasi dapat berfluktuasi dan bahkan mengalami penurunan. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk melakukan riset dan memahami profil risiko mereka sebelum berinvestasi.
BEI terus berupaya untuk meningkatkan perlindungan investor dan memastikan bahwa pasar modal berjalan secara adil dan transparan. BEI juga bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, untuk menciptakan ekosistem pasar modal yang kondusif bagi pertumbuhan investasi.
Ke depan, BEI akan terus berinovasi dan mengembangkan produk-produk investasi baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. BEI juga akan terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui berbagai program edukasi dan sosialisasi. Dengan upaya-upaya ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang berpartisipasi di pasar modal dan merasakan manfaatnya.
Pencapaian 17 juta investor pasar modal ini merupakan bukti nyata bahwa pasar modal Indonesia memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang. Dengan dukungan dari seluruh pihak, pasar modal Indonesia dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan kerja sama yang solid antara BEI, OJK, perusahaan sekuritas, investor, dan seluruh stakeholders pasar modal. Dengan bersama-sama, kita dapat menciptakan pasar modal yang sehat, efisien, dan inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.
