BNI Agresif Dorong Pembiayaan Hijau

BNI Agresif Dorong Pembiayaan Hijau

BNI Agresif Dorong Pembiayaan Hijau

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) semakin gencar menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda transisi energi yang berkelanjutan di Indonesia. Per Mei 2024, portofolio pembiayaan hijau BNI mencapai angka yang signifikan, yaitu Rp 13,37 triliun. Jumlah ini setara dengan 18,19% dari total portofolio kredit hijau yang dimiliki oleh BNI, menunjukkan fokus yang kuat pada investasi berkelanjutan. Pertumbuhan yang dicapai pun cukup menggembirakan, dengan peningkatan sebesar 2,9% secara year-to-date (YtD), mengindikasikan tren positif dalam penyaluran pembiayaan hijau.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari strategi berkelanjutan BNI dalam mengelola eksposur terhadap sektor-sektor dengan intensitas karbon tinggi. BNI secara aktif mengurangi porsi pembiayaan untuk sektor migas dan batubara, sebagai bentuk komitmen terhadap dekarbonisasi dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Sebaliknya, BNI terus meningkatkan pembiayaan untuk sektor energi terbarukan, yang meliputi berbagai sumber energi bersih seperti tenaga surya, tenaga angin, tenaga air, dan biogas.

Langkah strategis ini sejalan dengan visi BNI untuk menjadi lembaga keuangan yang berperan aktif dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. BNI menyadari bahwa transisi energi adalah suatu keharusan global untuk mengatasi perubahan iklim dan menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, BNI berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan energi terbarukan dan teknologi ramah lingkungan di Indonesia.

BNI melihat potensi pembiayaan di sektor green energy sangat menjanjikan. Hal ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk meningkatnya kesadaran global dan nasional tentang pentingnya energi bersih dan efisien. Selain itu, dukungan dari kebijakan pemerintah, seperti peta jalan Net Zero Emission 2060 dan taksonomi hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), juga menjadi katalisator bagi pertumbuhan sektor energi terbarukan di Indonesia.

Peta jalan Net Zero Emission 2060 merupakan komitmen pemerintah Indonesia untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2060. Hal ini berarti bahwa emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia harus diimbangi dengan jumlah gas rumah kaca yang diserap dari atmosfer. Untuk mencapai tujuan ini, Indonesia perlu melakukan transisi besar-besaran dari energi fosil ke energi terbarukan.

Taksonomi hijau dari OJK adalah sistem klasifikasi yang mengidentifikasi kegiatan ekonomi yang dianggap ramah lingkungan. Taksonomi ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi investor dan lembaga keuangan dalam mengalokasikan modal ke proyek-proyek yang berkelanjutan. Dengan adanya taksonomi hijau, diharapkan investasi di sektor energi terbarukan akan semakin meningkat.

BNI juga mencermati meningkatnya kebutuhan pembiayaan ramah lingkungan dari para pelaku usaha, baik dari kalangan korporasi maupun pelaku UMKM. Semakin banyak perusahaan yang menyadari pentingnya menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Hal ini mendorong mereka untuk mencari sumber pendanaan yang mendukung investasi di bidang energi terbarukan, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah.

BNI aktif memperkuat peran sebagai katalis dalam pengembangan pembiayaan hijau nasional. Ini diwujudkan melalui penguatan berbagai instrumen pendanaan, seperti penerbitan green bonds, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam proses pembiayaan.

Green bonds adalah obligasi yang hasilnya digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang ramah lingkungan. Penerbitan green bonds oleh BNI menunjukkan komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Dana yang diperoleh dari penerbitan green bonds akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek energi terbarukan, transportasi berkelanjutan, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Prinsip ESG adalah kerangka kerja yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dalam tiga dimensi utama: lingkungan, sosial, dan tata kelola. Penerapan prinsip ESG dalam proses pembiayaan membantu BNI untuk memastikan bahwa proyek-proyek yang didanai memiliki dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat. BNI juga berupaya untuk meningkatkan tata kelola perusahaan agar lebih transparan dan akuntabel.

Sebagai bagian dari upaya pengelolaan risiko iklim, BNI juga telah melaksanakan uji ketahanan risiko iklim (climate risk stress testing/CRST) terhadap 50 persen portofolio kredit pada tahun 2024. Inisiatif ini akan diperluas hingga mencakup 100 persen portofolio kredit pada tahun 2025.

Uji ketahanan risiko iklim adalah proses untuk mengidentifikasi dan mengukur potensi dampak perubahan iklim terhadap kinerja keuangan perusahaan. Dengan melakukan uji ketahanan risiko iklim, BNI dapat mengantisipasi risiko-risiko yang mungkin timbul akibat perubahan iklim dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampaknya.

Langkah ini menurut Okki mencerminkan kesiapan BNI dalam menghadapi potensi risiko perubahan iklim dan memperkuat ketahanan serta daya saing ekonomi nasional di era ekonomi hijau. BNI menyadari bahwa perubahan iklim dapat berdampak signifikan terhadap sektor keuangan, termasuk peningkatan risiko kredit, risiko pasar, dan risiko operasional. Oleh karena itu, BNI berupaya untuk mengintegrasikan pertimbangan risiko iklim ke dalam proses pengambilan keputusan bisnis.

Dengan berbagai langkah strategis ini, BNI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transisi energi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. BNI percaya bahwa transisi energi harus dilakukan secara adil dan merata, sehingga semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya. BNI juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan teknologi energi terbarukan yang inovatif dan terjangkau.

Komitmen BNI dalam mendorong pembiayaan hijau bukan hanya sekadar memenuhi regulasi atau tren global, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR). BNI menyadari bahwa sebagai lembaga keuangan, memiliki peran penting dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, BNI berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam proyek-proyek yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Selain itu, BNI juga aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga keuangan lainnya, dan organisasi masyarakat sipil, untuk mempercepat transisi energi di Indonesia. BNI percaya bahwa kolaborasi adalah kunci untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

BNI juga terus meningkatkan kapasitas internal dalam bidang pembiayaan hijau. BNI melatih karyawan untuk memahami prinsip-prinsip ESG dan mengidentifikasi peluang investasi yang berkelanjutan. BNI juga mengembangkan produk dan layanan keuangan yang inovatif untuk mendukung pengembangan energi terbarukan dan efisiensi energi.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, BNI berharap dapat menjadi contoh bagi lembaga keuangan lainnya di Indonesia untuk lebih aktif dalam mendukung pembiayaan hijau. BNI percaya bahwa dengan bersama-sama, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Ke depan, BNI akan terus berupaya untuk meningkatkan portofolio pembiayaan hijau dan memperluas jangkauan ke sektor-sektor ekonomi lainnya. BNI juga akan terus berinovasi dalam mengembangkan produk dan layanan keuangan yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan nasabah. BNI berkomitmen untuk menjadi mitra yang handal bagi para pelaku usaha yang ingin menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

BNI juga menyadari bahwa transisi energi adalah proses yang kompleks dan membutuhkan waktu yang panjang. Oleh karena itu, BNI berkomitmen untuk terus mendukung transisi energi secara berkelanjutan dan konsisten. BNI percaya bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi, kita dapat mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.

Dalam menjalankan bisnisnya, BNI selalu mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. BNI percaya bahwa bisnis yang sukses adalah bisnis yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, BNI berkomitmen untuk terus berupaya untuk menjadi lembaga keuangan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Dengan komitmen yang kuat dan langkah-langkah strategis yang tepat, BNI optimis dapat terus berkontribusi dalam mendorong transisi energi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. BNI percaya bahwa dengan bersama-sama, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih hijau dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Indonesia.

BNI Agresif Dorong Pembiayaan Hijau

More From Author

Transaksi Solo Raya Great Sale 2025 di Karanganyar Tembus Rp 1,4 Miliar hingga Hari ke-4

Apa Tugas dan Fungsi Deputi Gubernur BI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *