Erick Thohir Tunjuk Dirut Bulog yang Baru, Berpangkat Bintang Dua TNI

Erick Thohir Tunjuk Dirut Bulog yang Baru, Berpangkat Bintang Dua TNI

Erick Thohir Tunjuk Dirut Bulog yang Baru, Berpangkat Bintang Dua TNI

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, secara resmi menunjuk Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog), menggantikan Letnan Jenderal Novi Helmy Prasetya yang kembali bertugas di lingkungan militer. Pengumuman ini menandai perubahan signifikan dalam kepemimpinan salah satu lembaga negara yang memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

Penunjukan Ahmad Rizal Ramdhani, seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat dengan pangkat Mayor Jenderal, mengindikasikan komitmen pemerintah untuk memperkuat Bulog dengan figur yang memiliki latar belakang disiplin, integritas, dan kemampuan manajerial yang teruji. Latar belakang militer diharapkan dapat membawa perspektif baru dalam pengelolaan Bulog, terutama dalam hal efisiensi, koordinasi, dan implementasi kebijakan strategis.

Erick Thohir mengungkapkan bahwa proses penunjukan Ahmad Rizal Ramdhani telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. "Ada direktur baru lagi, penugasan," ujarnya kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 8 Juli 2025. Pernyataan singkat ini mengkonfirmasi secara resmi perubahan kepemimpinan di tubuh Bulog, sekaligus memberikan sinyal bahwa pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan dan penyegaran dalam jajaran BUMN.

Pergantian Direktur Utama Bulog ini dipicu oleh pengunduran diri Letnan Jenderal Novi Helmy Prasetya dari jabatannya. Erick Thohir mengaku tidak mengetahui secara detail alasan pengunduran diri Novi Helmy Prasetya, yang kini kembali mengemban tugas di lingkungan TNI. Namun, ia menduga bahwa hal tersebut berkaitan dengan penugasan dari Panglima TNI terhadap prajurit-prajurit terbaiknya. "Oh saya tidak tahu (kenapa ditarik). Mungkin penugasannya (di Bulog) dianggap sudah selesai," kata Erick Thohir.

Spekulasi mengenai alasan pengunduran diri Novi Helmy Prasetya pun bermunculan. Beberapa kalangan menduga bahwa terdapat perbedaan pandangan antara Novi Helmy Prasetya dengan pemegang kebijakan di Kementerian BUMN terkait strategi pengelolaan Bulog. Namun, hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara rinci alasan pengunduran diri tersebut.

Novi Helmy Prasetya sendiri menjabat sebagai Direktur Utama Perum Bulog sejak 7 Februari 2025. Penunjukannya saat itu merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan. Erick Thohir, dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN pada 10 Februari 2025, menyatakan bahwa Novi Helmy Prasetya adalah sosok yang tepat untuk memimpin Bulog dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan.

Namun, masa jabatan Novi Helmy Prasetya sebagai Direktur Utama Bulog terbilang singkat, yaitu kurang dari enam bulan. Pergantian yang relatif cepat ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas penunjukan figur dari kalangan militer untuk memimpin BUMN yang bergerak di bidang logistik dan pangan.

Bulog sendiri telah mengeluarkan siaran pers terkait pergantian direksi ini. Pengumuman tersebut merujuk pada Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-179/MBU/06/2025 tanggal 30 Juni 2025. Selain menunjuk Ahmad Rizal Ramdhani sebagai Direktur Utama, keputusan tersebut juga menunjuk Direktur Pengadaan Bulog, Prihasto Setyanto, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama hingga adanya pejabat definitif.

"Keputusan ini sekaligus mengakhiri masa penugasan dan pengabdian Bapak Novi Helmy Prasetya sebagai Direktur Utama Perum Bulog dan kembali melanjutkan karir dan pengabdian di Tentara Nasional Indonesia," tulis Bulog dalam siaran pers yang dirilis pada Kamis, 3 Juli 2025.

Penunjukan Ahmad Rizal Ramdhani sebagai Direktur Utama Bulog yang baru tentu membawa harapan baru bagi peningkatan kinerja perusahaan. Beberapa tantangan utama yang menanti Ahmad Rizal Ramdhani antara lain:

  1. Menjaga Stabilitas Harga Pangan: Bulog memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama beras, di pasar. Ahmad Rizal Ramdhani dituntut untuk mampu mengelola stok beras nasional dengan baik, serta melakukan intervensi pasar jika terjadi gejolak harga.

  2. Meningkatkan Efisiensi Distribusi: Distribusi pangan yang efisien merupakan kunci untuk memastikan ketersediaan pangan di seluruh wilayah Indonesia. Ahmad Rizal Ramdhani perlu melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi yang ada, serta mencari cara untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya.

  3. Mengoptimalkan Pengadaan: Pengadaan pangan yang optimal akan memastikan Bulog memiliki stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Ahmad Rizal Ramdhani perlu menjalin kerjasama yang baik dengan petani dan produsen pangan, serta memastikan harga yang adil bagi semua pihak.

  4. Modernisasi Infrastruktur: Infrastruktur yang memadai merupakan faktor penting dalam mendukung operasional Bulog. Ahmad Rizal Ramdhani perlu mendorong modernisasi infrastruktur Bulog, seperti gudang penyimpanan, alat transportasi, dan sistem informasi.

  5. Meningkatkan Tata Kelola: Tata kelola perusahaan yang baik akan meningkatkan akuntabilitas dan transparansi Bulog. Ahmad Rizal Ramdhani perlu memastikan Bulog beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, serta menghindari praktik-praktik korupsi dan penyimpangan.

Selain tantangan-tantangan tersebut, Ahmad Rizal Ramdhani juga perlu menghadapi berbagai isu strategis yang berkaitan dengan ketahanan pangan nasional, seperti perubahan iklim, peningkatan jumlah penduduk, dan persaingan global. Ia dituntut untuk memiliki visi yang jelas dan strategi yang komprehensif dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

Penunjukan Ahmad Rizal Ramdhani sebagai Direktur Utama Bulog diharapkan dapat membawa angin segar bagi perusahaan. Dengan latar belakang militer yang kuat, ia diharapkan dapat memimpin Bulog dengan tegas, disiplin, dan profesional. Pemerintah dan masyarakat tentu menaruh harapan besar kepada Ahmad Rizal Ramdhani untuk membawa Bulog menjadi lembaga yang lebih baik dan berkontribusi signifikan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Erick Thohir Tunjuk Dirut Bulog yang Baru, Berpangkat Bintang Dua TNI

More From Author

Trump: Indonesia Tak Bakal Dikenakan Tarif Bila Bangun Pabrik di AS

Hartadinata Abadi Resmi Jadi Produsen Emas BSI Gold

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *