
Kemenkeu Bakal Lelang Tujuh Seri Sukuk Negara
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia kembali menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara, menawarkan tujuh seri sekaligus pada Selasa, 8 Juli 2025. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025. Target indikatif dari lelang ini ditetapkan sebesar Rp 9 triliun, dengan potensi maksimal yang dimenangkan mencapai 200 persen dari target tersebut.
Lelang akan dibuka pada pukul 09.00 WIB dan ditutup pada pukul 11.00 WIB. Pengumuman hasil lelang dijadwalkan pada hari yang sama, memberikan kepastian bagi para investor yang berpartisipasi. Ketujuh seri SBSN yang ditawarkan terdiri dari dua kategori utama: Surat Perbendaharaan Negara – Syariah (SPN-S) dan Project Based Sukuk (PBS). Keberagaman seri ini memberikan pilihan investasi yang lebih luas bagi para investor dengan preferensi risiko dan jangka waktu yang berbeda.
SPN-S merupakan instrumen utang jangka pendek yang diterbitkan oleh pemerintah berdasarkan prinsip syariah. Seri ini menawarkan imbalan dalam bentuk diskonto, yang berarti investor membeli surat berharga dengan harga di bawah nilai nominal dan menerima nilai nominal penuh pada saat jatuh tempo. Dua seri SPN-S yang ditawarkan dalam lelang ini adalah SPNS12012026 (reopening) yang jatuh tempo pada 12 Januari 2026 dan SPNS06042026 (new issuance) yang jatuh tempo pada 6 April 2026.
Sementara itu, PBS merupakan sukuk yang penerbitannya ditujukan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur pemerintah yang sesuai dengan prinsip syariah. Imbalan yang ditawarkan dalam seri PBS berupa kupon atau tingkat imbalan tetap yang dibayarkan secara periodik kepada investor selama masa berlaku sukuk. Lima seri PBS yang ditawarkan dalam lelang ini adalah PBS003 (reopening) yang jatuh tempo pada 15 Januari 2027 dengan imbalan 6,00000 persen, PBS030 (reopening) yang jatuh tempo pada 15 Juli 2028 dengan imbalan 5,87500 persen, PBSG001 (reopening) yang jatuh tempo pada 15 September 2029 dengan imbalan 6,62500 persen, PBS034 (reopening) yang jatuh tempo pada 15 Juni 2039 dengan imbalan 6,50000 persen, dan PBS038 (reopening) yang jatuh tempo pada 15 Desember 2049 dengan imbalan 6,87500 persen.
Penawaran seri PBSG001 menjadi sorotan khusus karena merupakan seri Green Sukuk yang diterbitkan melalui lelang di pasar perdana domestik. Penerbitan Green Sukuk ini merupakan komitmen pemerintah dalam mendukung proyek-proyek ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan Green Sukuk sebanyak tujuh kali di pasar global sejak tahun 2018 dan sembilan kali di pasar domestik melalui Green Sukuk Ritel sejak tahun 2019.
Lelang SBSN ini diharapkan dapat menarik minat investor dari berbagai kalangan, termasuk bank, perusahaan asuransi, dana pensiun, dan investor individu. Partisipasi aktif dari para dealer utama juga diharapkan dapat mendorong keberhasilan lelang ini. Beberapa dealer utama yang berpartisipasi dalam lelang ini antara lain PT Bank Mandiri (Persero), Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, PT Bank Permata, Tbk, PT Bank Panin, Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank OCBC NISP, Tbk, Standard Chartered Bank, dan PT Bank CIMB Niaga. Selain itu, terdapat pula PT Bank Maybank Indonesia, Tbk, Citibank N.A, PT Bank Central Asia, Tbk, Deutsche Bank AG, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk, PT Bahana Sekuritas, PT Bank Syariah Indonesia Tbk, serta Lembaga Penjamin Simpanan dan Bank Indonesia.
Keberhasilan lelang SBSN sebelumnya pada 24 Juni 2025 menjadi indikasi positif terhadap minat investor terhadap instrumen investasi syariah yang diterbitkan oleh pemerintah. Pada lelang tersebut, total penawaran yang masuk mencapai Rp 39,7 triliun, dan Kemenkeu berhasil mengumpulkan Rp 12 triliun. Tingginya minat investor ini menunjukkan kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi Indonesia dan prospek investasi syariah di pasar modal.
Penerbitan SBSN memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan nasional. Dana yang diperoleh dari penerbitan SBSN digunakan untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sektor-sektor prioritas lainnya. Dengan demikian, investasi pada SBSN tidak hanya memberikan keuntungan finansial bagi investor, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, penerbitan SBSN juga berperan dalam mengembangkan pasar keuangan syariah di Indonesia. Dengan semakin banyaknya instrumen investasi syariah yang tersedia, investor memiliki lebih banyak pilihan untuk mengelola aset mereka sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Hal ini juga mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah secara keseluruhan dan meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat yang lebih luas.
Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan daya tarik SBSN bagi investor, antara lain melalui penyederhanaan proses investasi, peningkatan transparansi informasi, dan pengembangan produk-produk inovatif yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan SBSN dapat menjadi salah satu instrumen investasi yang paling diminati oleh investor di Indonesia.
Dalam konteks global, penerbitan Green Sukuk juga menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Investasi pada Green Sukuk tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan pengurangan emisi karbon. Hal ini sejalan dengan tren global di mana investor semakin memperhatikan faktor-faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam pengambilan keputusan investasi.
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, lelang tujuh seri Sukuk Negara pada 8 Juli 2025 diharapkan dapat berjalan sukses dan mencapai target yang telah ditetapkan. Keberhasilan lelang ini akan memberikan kontribusi positif terhadap pembiayaan APBN, pengembangan pasar keuangan syariah, dan dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Pemerintah terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi dan menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi para investor, sehingga Indonesia dapat terus menjadi tujuan investasi yang menarik di kawasan regional dan global.
Para investor yang berminat untuk berpartisipasi dalam lelang SBSN ini diharapkan untuk mempersiapkan diri dengan baik dan memahami karakteristik masing-masing seri yang ditawarkan. Informasi lebih lanjut mengenai lelang SBSN ini dapat diperoleh melalui laman resmi Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, serta melalui dealer utama yang berpartisipasi dalam lelang. Dengan partisipasi aktif dari seluruh pihak, lelang SBSN ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi perekonomian Indonesia dan para investor. Pemerintah mengajak seluruh investor untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk berinvestasi pada instrumen yang aman, menguntungkan, dan berkontribusi pada pembangunan nasional.
