
Kinerja KAI Commuter Semester I 2025, Line Jabodetabek Paling Sibuk
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatatkan kinerja operasional yang menggembirakan selama semester I 2025, dengan rute Commuter Line Jabodetabek menjadi yang tersibuk. Direktur Utama KCI, Asdo Artriviyanto, menyampaikan capaian ini dalam jumpa pers yang diadakan di Jakarta pada Senin, 14 Juli 2025. Data yang dipaparkan mencakup periode Januari hingga Juni 2025, menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang dan frekuensi perjalanan.
Secara keseluruhan, KRL Commuter Line Jabodetabek, Merak, dan Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) menunjukkan performa positif. Namun, Jabodetabek mencatat peningkatan volume penumpang tertinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Rekor pengguna harian tertinggi tercatat pada 5 Juni 2025, dengan 1,3 juta penumpang. Angka ini merupakan capaian tertinggi dalam dua tahun terakhir, menunjukkan pemulihan dan pertumbuhan yang kuat setelah pandemi.
Peningkatan ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk peningkatan mobilitas masyarakat, peningkatan kualitas layanan KCI, dan integrasi dengan moda transportasi lain. Selain itu, penambahan armada KRL baru dan perbaikan infrastruktur juga berkontribusi pada peningkatan kapasitas dan kenyamanan penumpang.
Secara rinci, jumlah pengguna kereta komuter Jabodetabek meningkat sebesar 6,13 persen, dari 156,81 juta penumpang pada semester I 2024 menjadi 166,43 juta penumpang pada semester I 2025. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 yang hanya mencatat 135,79 juta penumpang. Peningkatan ini menunjukkan bahwa KRL Commuter Line semakin menjadi pilihan utama bagi masyarakat Jabodetabek untuk mobilitas sehari-hari.
Sementara itu, lintas Merak mencatat 2,2 juta pengguna selama periode yang sama, meningkat 4,77 persen dibandingkan tahun 2024. Namun, jika dibandingkan dengan tahun 2023, terjadi lonjakan signifikan dari 1,63 juta menjadi 2,2 juta penumpang, atau sekitar 35,04 persen. Peningkatan ini menunjukkan bahwa KRL Merak semakin diminati sebagai alternatif transportasi yang nyaman dan terjangkau untuk perjalanan antara Jakarta dan Merak.
Untuk lintas Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta), tercatat 1,06 juta pengguna selama semester I 2025. Rata-rata pengguna harian mencapai 6.000 hingga 7.000 orang pada hari kerja dan 4.000 hingga 5.000 orang pada hari libur. Angka ini menunjukkan bahwa KRL Bandara Soekarno-Hatta semakin populer sebagai pilihan transportasi yang cepat dan efisien untuk menuju atau dari bandara.
Frekuensi perjalanan harian jalur Jabodetabek mencapai 1.063 perjalanan, dengan rata-rata 1,03 juta penumpang pada hari kerja dan 749.161 penumpang pada akhir pekan. Lintas Bandara Soekarno-Hatta mencatat 64 perjalanan dengan 12.192 pengguna pada hari kerja dan 14.374 pengguna pada hari libur. Sementara itu, rute Merak memiliki 14 perjalanan dengan 10.750 pengguna pada hari kerja dan 14.374 penumpang pada hari libur.
Data ini menunjukkan bahwa KRL Commuter Line Jabodetabek memiliki frekuensi perjalanan dan jumlah penumpang tertinggi dibandingkan dengan lintas lainnya. Hal ini mencerminkan peran penting KRL sebagai tulang punggung transportasi publik di wilayah Jabodetabek.
Berdasarkan volume stasiun transit, Manggarai menjadi stasiun terpadat dengan rata-rata 154.713 pengguna yang berpindah jalur komuter atau moda transportasi lain setiap hari. Stasiun Tanah Abang mencatat 120.608 pengguna, Stasiun Duri 68.444 pengguna, dan Stasiun Kampung Bandan 18.693 pengguna.
Kepadatan di Stasiun Manggarai menunjukkan bahwa stasiun ini merupakan hub penting bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke berbagai tujuan di Jabodetabek. Oleh karena itu, KCI perlu terus meningkatkan kapasitas dan fasilitas di Stasiun Manggarai untuk mengatasi kepadatan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada penumpang.
Selain itu, KCI juga terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan, termasuk dengan menambah jumlah petugas keamanan, meningkatkan kebersihan stasiun dan kereta, serta menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada penumpang. KCI juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan operator transportasi lain untuk mengintegrasikan KRL dengan moda transportasi lain, seperti bus dan angkutan kota.
Dengan peningkatan kinerja dan kualitas layanan, KCI berharap dapat terus meningkatkan jumlah penumpang dan menjadi pilihan utama bagi masyarakat Jabodetabek untuk mobilitas sehari-hari. KCI juga berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara di wilayah Jabodetabek.
Ke depan, KCI akan terus berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan. KCI juga akan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan dan harapan penumpang. Dengan demikian, KCI dapat terus menjadi bagian penting dari sistem transportasi publik di Jabodetabek dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi dan sosial.
Peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek selama semester I 2025 menunjukkan bahwa KRL semakin menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk mobilitas sehari-hari. Hal ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan mobilitas masyarakat setelah pandemi, peningkatan kualitas layanan KCI, dan integrasi dengan moda transportasi lain.
KCI juga terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan penumpang dengan menambah armada KRL baru dan memperbaiki infrastruktur. Selain itu, KCI juga fokus pada peningkatan keamanan dan kebersihan di stasiun dan kereta.
Dengan upaya-upaya tersebut, KCI berharap dapat terus meningkatkan jumlah penumpang dan menjadi bagian penting dari solusi transportasi publik di Jabodetabek. KCI juga berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara di wilayah Jabodetabek.
Secara keseluruhan, kinerja KCI selama semester I 2025 menunjukkan tren positif. Peningkatan jumlah penumpang dan frekuensi perjalanan menunjukkan bahwa KRL Commuter Line semakin diminati oleh masyarakat. KCI akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan mengembangkan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan dan harapan penumpang.
Dengan demikian, KCI dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi dan sosial di wilayah Jabodetabek. Kinerja positif ini juga menjadi motivasi bagi seluruh karyawan KCI untuk terus bekerja keras dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
Selain itu, KCI juga menyadari pentingnya inovasi dalam meningkatkan kualitas layanan. KCI terus mengembangkan aplikasi mobile yang memudahkan penumpang untuk membeli tiket, melihat jadwal perjalanan, dan mendapatkan informasi terbaru tentang KRL. KCI juga berencana untuk mengembangkan sistem pembayaran yang lebih modern dan terintegrasi.
Dengan inovasi-inovasi tersebut, KCI berharap dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien bagi penumpang. KCI juga terbuka terhadap masukan dan saran dari penumpang untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
KCI juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, operator transportasi lain, dan sektor swasta, untuk mengembangkan sistem transportasi publik yang terintegrasi dan berkelanjutan. KCI percaya bahwa kerjasama yang baik dengan semua pihak akan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat.
Dengan komitmen yang kuat dan kerjasama yang baik, KCI optimis dapat terus meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi dan sosial di wilayah Jabodetabek. KCI juga berharap dapat menjadi contoh bagi operator transportasi publik lain di Indonesia dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan inovatif.
