
Profil dan Harta Taufik Hidayat: Dari Raket ke Kursi Komisaris PLN EPI
Taufik Hidayat, nama yang tak asing di dunia bulu tangkis Indonesia, kini menjabat sebagai Komisaris PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) di samping posisinya sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora). Penunjukan ini tentu menarik perhatian publik, mengingat latar belakangnya yang berbeda dengan bidang energi. Artikel ini akan mengulas profil lengkap Taufik Hidayat, perjalanan kariernya dari seorang atlet berprestasi hingga menduduki jabatan strategis di pemerintahan dan BUMN, serta menilik total kekayaan yang dimilikinya.
Biodata Singkat Taufik Hidayat
- Nama Lengkap: Taufik Hidayat
- Tempat, Tanggal Lahir: Bandung, 10 Agustus 1981
- Agama: Islam
- Profesi: Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Komisaris PLN EPI
- Orang Tua: Aris Haris (Ayah), Enok Dartilah (Ibu)
- Istri: Ami Gumelar
- Anak: Natarina Alika Hidayat, Nayutama Prawira Hidayat
Perjalanan Karier Gemilang di Dunia Bulu Tangkis
Taufik Hidayat lahir dan tumbuh besar di Bandung, Jawa Barat. Bakatnya di bidang bulu tangkis sudah terlihat sejak usia dini. Ia bergabung dengan klub bulu tangkis SGS PLN Bandung di bawah bimbingan pelatih Iie Sumirat. Di bawah pelatihan yang tepat, Taufik menunjukkan perkembangan yang pesat.
Pada usia 16 tahun, Taufik berhasil meraih gelar juara tunggal putra di Kejuaraan Asia Junior 1997 di Manila, Filipina. Ia juga turut berkontribusi dalam membawa tim putra junior Indonesia meraih medali perak pada ajang yang sama. Prestasi ini menjadi awal dari karier gemilangnya di dunia bulu tangkis.
Taufik Hidayat dikenal dengan gaya bermainnya yang agresif dan penuh teknik. Pukulan backhand smash miliknya menjadi ciri khas yang ditakuti lawan-lawannya. Ia berhasil meraih berbagai gelar juara di level internasional, termasuk:
- Medali Emas Olimpiade Athena 2004
- Gelar Juara Dunia 2005
- Medali Emas Asian Games 2002 dan 2006
- Beberapa gelar juara di turnamen bergengsi seperti All England, Indonesia Open, dan Singapore Open.
Puncak kariernya terjadi pada tahun 2004 ketika ia berhasil meraih medali emas di Olimpiade Athena. Kemenangan ini mengukuhkan namanya sebagai salah satu legenda bulu tangkis Indonesia. Sepanjang kariernya, Taufik Hidayat tercatat meraih 413 kemenangan dan hanya mengalami 138 kekalahan. Ia juga pernah menduduki peringkat satu dunia pada usia 19 tahun.
Transisi ke Dunia Pemerintahan dan Bisnis
Setelah memutuskan pensiun dari dunia bulu tangkis pada tahun 2013, Taufik Hidayat tidak sepenuhnya meninggalkan dunia olahraga. Ia sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) periode 2016-2017 dan Staf Khusus (Stafsus) di Kemenpora pada 2017 hingga 2018.
Pada tahun 2018, Taufik mencoba peruntungan di dunia politik dengan bergabung menjadi kader Partai Demokrat. Namun, ia kemudian mengundurkan diri dan mencoba maju sebagai calon legislatif (caleg) DPR dari Partai Gerindra pada Pemilu 2019, tetapi gagal terpilih.
Pada tanggal 21 Oktober 2024, Taufik Hidayat secara resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) dalam Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia bertugas mendampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo dalam menjalankan program-program kepemudaan dan olahraga di Indonesia.
Selain menjabat sebagai Wamenpora, Taufik Hidayat juga dipercaya untuk menduduki posisi Komisaris di PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI). Penunjukan ini diumumkan pada awal Juli 2025 dan langsung menjadi sorotan publik. PLN EPI merupakan anak perusahaan PLN yang bertanggung jawab dalam pengadaan energi primer untuk pembangkit listrik.
Harta Kekayaan Taufik Hidayat: Dari Atlet hingga Pejabat Negara
Sebagai penyelenggara negara, Taufik Hidayat memiliki kewajiban untuk melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Berdasarkan data LHKPN yang tercatat di situs KPK, Taufik Hidayat telah melaporkan harta kekayaannya sebanyak dua kali.
Laporan pertama disampaikan pada tanggal 22 November 2024, saat awal menjabat sebagai Wamenpora. Total harta kekayaan yang dilaporkan saat itu adalah sebesar Rp 78.967.141.850. Laporan kedua disampaikan pada tanggal 26 Maret 2025, dengan total harta kekayaan mencapai Rp 79.669.506.015. Terjadi peningkatan harta kekayaan sebesar kurang lebih Rp 700 juta dalam kurun waktu sekitar empat bulan.
Berikut adalah rincian harta kekayaan Taufik Hidayat berdasarkan LHKPN terakhir yang dilaporkan:
- Tanah dan Bangunan: Taufik Hidayat memiliki enam bidang tanah dan/atau bangunan yang terletak di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bandung Barat, dan Karawang Barat. Aset-aset properti ini diklaim berasal dari hasil sendiri dan hibah dengan akta. Luas tanah dan bangunan bervariasi, mulai dari 10 meter persegi hingga 3.186 meter persegi.
- Alat Transportasi dan Mesin: Taufik Hidayat memiliki empat unit kendaraan yang seluruhnya diklaim berasal dari hasil sendiri. Kendaraan tersebut terdiri dari:
- Mobil Volkswagen Tiguan (2019) senilai Rp 350.000.000
- Mobil Toyota Innova Zenix (2023) senilai Rp 600.000.000
- Mobil BMW Series 735IL (2024) senilai Rp 2.500.000.000
- Motor Honda Beat (2019) senilai Rp 12.000.000
- Harta Bergerak Lainnya: Tidak dirinci dalam laporan
- Surat Berharga: Tidak dirinci dalam laporan
- Kas dan Setara Kas: Tidak dirinci dalam laporan
- Harta Lainnya: Tidak dirinci dalam laporan
- Hutang: Tidak dirinci dalam laporan
Tantangan dan Harapan di PLN EPI
Penunjukan Taufik Hidayat sebagai Komisaris PLN EPI tentu menimbulkan berbagai pertanyaan dan harapan. Sebagai seorang mantan atlet dan pejabat publik, Taufik diharapkan dapat membawa perspektif baru dalam pengelolaan energi primer di PLN. Pengalaman dan jaringan yang dimilikinya diharapkan dapat membantu PLN EPI dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengadaan energi primer.
Namun, Taufik juga akan menghadapi berbagai tantangan di PLN EPI. Ia perlu memahami kompleksitas bisnis energi primer, regulasi yang berlaku, serta dinamika pasar energi global. Selain itu, ia juga harus mampu bekerja sama dengan para profesional di bidang energi untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan.
Publik tentu berharap agar Taufik Hidayat dapat menjalankan tugasnya sebagai Komisaris PLN EPI dengan baik dan amanah. Ia diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan sektor energi di Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kesimpulan
Taufik Hidayat adalah sosok yang inspiratif. Ia berhasil meraih kesuksesan di bidang olahraga bulu tangkis dan kini mencoba peruntungannya di dunia pemerintahan dan bisnis. Penunjukannya sebagai Komisaris PLN EPI menjadi bukti kepercayaan pemerintah terhadap kemampuannya. Dengan pengalaman, dedikasi, dan integritas yang dimilikinya, Taufik Hidayat diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan Indonesia.
