
Wisatawan Malaysia Gunakan QRIS Tembus 5.000 Transaksi di Kepri
Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara di Kepulauan Riau (Kepri) mencatatkan pencapaian signifikan, terutama dari wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (KPw BI Kepri) melaporkan bahwa transaksi QRIS yang dilakukan oleh wisatawan Malaysia telah menembus angka 5.000, menunjukkan adopsi yang kuat dan kepercayaan terhadap sistem pembayaran digital ini.
Kepala KPw BI Kepri, Rony Widijarto, menyampaikan bahwa dominasi Malaysia dalam transaksi inbound QRIS ini jauh melampaui Singapura, yang secara geografis lebih dekat dengan Kepri. Fakta ini menjadi tantangan bagi BI untuk terus mengedukasi wisatawan Singapura mengenai efisiensi dan kemudahan QRIS dibandingkan dengan metode pembayaran tunai tradisional. Data hingga pertengahan 2025 menunjukkan bahwa terdapat 5.920 transaksi QRIS inbound dari wisman Malaysia di Kepri, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 1.252 transaksi dari wisman Singapura pada periode yang sama.
Pertumbuhan signifikan dari transaksi QRIS oleh wisatawan Malaysia mengindikasikan bahwa akseptasi sistem pembayaran ini selaras dengan tren nasional dan semakin dipercaya oleh wisatawan asing, terutama dari negara-negara tetangga. QRIS lintas negara tidak hanya memfasilitasi transaksi domestik, tetapi juga memungkinkan wisatawan Malaysia dan Singapura untuk bertransaksi langsung di Batam dan wilayah Kepri lainnya tanpa perlu menukar mata uang atau menghadapi biaya tambahan yang terkait dengan konversi mata uang.
Transaksi QRIS lintas negara memungkinkan wisatawan untuk membayar dalam mata uang negara asal mereka, sementara pedagang atau merchant tetap menerima pembayaran dalam Rupiah. Proses konversi mata uang dilakukan secara otomatis, sehingga meminimalkan kerumitan dan potensi kerugian akibat fluktuasi nilai tukar. BI Kepri terus berupaya mendorong penggunaan QRIS lintas negara di sektor perdagangan dan pariwisata, dengan harapan dapat meningkatkan volume transaksi lintas negara dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Rony Widijarto menekankan bahwa pedagang lokal tidak perlu khawatir mengenai proses pembayaran, karena sistem QRIS secara otomatis mengkonversi mata uang asing ke Rupiah. Hal ini menjadikan proses transaksi lebih praktis dan aman bagi kedua belah pihak, baik merchant maupun wisatawan. Keamanan transaksi juga menjadi prioritas utama, dengan penerapan standar keamanan yang ketat untuk melindungi data dan mencegah potensi penipuan.
Data dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan bahwa volume penggunaan QRIS lintas negara inbound dari Thailand, Malaysia, dan Singapura mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Pada periode Agustus 2023 hingga April 2025, transaksi dari Thailand mencapai 852 transaksi dengan nilai Rp 45,45 juta, Malaysia mencapai 54.250 transaksi dengan nilai Rp 15,29 miliar, dan Singapura mencapai 10.759 transaksi dengan nilai Rp 3,69 miliar. Angka-angka ini menunjukkan potensi besar QRIS lintas negara dalam mendukung sektor pariwisata dan perdagangan di Kepri.
Implementasi QRIS lintas negara merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk mendorong digitalisasi sistem pembayaran dan meningkatkan efisiensi transaksi ekonomi. Dengan QRIS, wisatawan tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar atau repot menukar mata uang di money changer. Mereka dapat dengan mudah melakukan pembayaran menggunakan aplikasi pembayaran digital yang kompatibel dengan QRIS, seperti DANA, GoPay, OVO, dan LinkAja.
Selain itu, QRIS juga memberikan manfaat bagi pedagang lokal. Mereka dapat menerima pembayaran dari wisatawan mancanegara tanpa perlu memiliki rekening bank di negara asal wisatawan. Sistem QRIS secara otomatis mengkonversi mata uang asing ke Rupiah dan mentransfernya ke rekening bank pedagang. Hal ini mempermudah proses penerimaan pembayaran dan mengurangi biaya transaksi.
Bank Indonesia juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan penyedia jasa pembayaran, untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai QRIS lintas negara. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan kemudahan QRIS, serta mendorong adopsi sistem pembayaran digital ini secara luas.
Dalam rangka mendukung implementasi QRIS lintas negara, Bank Indonesia juga melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan infrastruktur dan keamanan sistem pembayaran. Hal ini termasuk pengembangan standar teknis QRIS yang kompatibel dengan sistem pembayaran di negara-negara lain, serta penerapan mekanisme pengawasan dan pengendalian yang ketat untuk mencegah potensi penyalahgunaan.
Penggunaan QRIS lintas negara juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata Indonesia. Dengan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi wisatawan dalam melakukan pembayaran, diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, QRIS lintas negara juga dapat membantu meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Dengan memberikan akses ke layanan pembayaran digital bagi masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki rekening bank, QRIS dapat membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam sistem keuangan formal dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Bank Indonesia terus berkomitmen untuk mengembangkan dan meningkatkan sistem pembayaran digital di Indonesia, termasuk QRIS lintas negara. Dengan inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan sistem pembayaran digital di Indonesia dapat menjadi salah satu yang terbaik di dunia dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ke depan, Bank Indonesia akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap sistem QRIS lintas negara, serta menjalin kerja sama dengan negara-negara lain untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan interoperabilitas sistem pembayaran digital. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem pembayaran digital yang terintegrasi dan efisien, yang dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Peningkatan transaksi QRIS oleh wisatawan Malaysia di Kepri merupakan indikasi positif bahwa sistem pembayaran digital ini semakin diterima dan dipercaya oleh masyarakat internasional. Hal ini juga menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.
Dengan terus mendorong inovasi dan kolaborasi, Bank Indonesia yakin bahwa sistem pembayaran digital di Indonesia dapat menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan inklusi keuangan di masa depan. QRIS lintas negara merupakan salah satu contoh nyata bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mempermudah transaksi ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
